Sepatu Butut untuk Tuan Bush
Dikirim oleh : A.Tjahjadi Pada tanggal : 23-10-2009, 17:17
anakglobal@hotmail.com
internasional /
miscellaneous /
other press
“Bush! anda tidak diterima di sini, anda hanyalah pelaku penjahat perang tuan! Fuck Bush!”
Cuaca pada hari ini memang tak seperti biasanya, langit terlihat mendung. Gedung-gedung yang menjulang, seperti hilang ditelan pekat kabut. Orang di Jalan-jalan terlihat lesu, angin musim gugur datang melaju, hawa dingin menyapu hingga menusuk tulang, lima derajat selsius siang ini, tapi, itu tidak membuat orang-orang enggan berdatangan.
Terletak di tengah-tengah kawasan sentra bisnis Montreal, Hotel Elizabeth adalah tempat Tuan Bush berpidato. Di muka jalan depannya orang-orang memang sedari tadi berteriak-teriak, lantang, “Bush Teroris! Bush Teroris!”, serentak, semuanya larut dalam pusaran emosi yang seragam. Meskipun cuaca tak bersahabat orang-orang tetap datang, dengan sadar bersama-sama memprotes, menyatakan sikap penolakannya kepada Tuan Bush.
“Bush! anda tidak diterima di sini, anda hanyalah pelaku penjahat perang tuan! Fuck Bush!”
Montreal, merupakan kota yang kesekian bagi Tuan Bush dalam kunjungannya ke berbagai kota di Kanada dalam sebulan terakhir.
Mantan presiden Amerika Serikat yang kini diingat dunia, sebagai penyulut perang di abad 21. Tuan Bush, si mantan presiden Amerika yang telah membawa dunia ke dalam kancah peperangan dan membuat dunia Timur Tengah bagai neraka bagi kemanusiaan. Ia si dedengkot yang getol berkoar-koar soal propaganda “war on terror”.
Persinggahannya ke kota ini memang menyisakan ironi. Tuan Bush, ditolak bagi mereka yang sejak awal anti segala kebijakan luar negeri administrasi Bush yang telah lalu. Mereka adalah oposisi, kelompok anti perang, anti imperialis-kapitalis AS, yang sungguh-sungguh tak senang...jalan-jalan kotanya dilalui oleh telapak-telapak kaki si pemimpin imperialis-kapitalis AS itu.
Namun lain halnya dengan sekitar seribu orang warga Montreal yang berada di dalam hotel pada hari ini, mereka menyambut kedatangan Tuan Bush dengan ramah. Adalah mereka yang sebagian rela membayar $400, atau hampir setara empat juta rupiah untuk membayar harga satu kursi; untuk mendengarkan pidato Tuan Bush; yang antara lain tentang isi curahan hati Tuan Bush selama menjabat sebagai orang no 1 di dunia yang lalu; dan bagaimana sebenarnya “trend” bisnis dunia kedepan ditengah-tengah resesi ekonomi dan kecamuk perang. Itu semua akan dikemukakan oleh Tuan Bush dalam rangka memenuhi undangan KADIN kota Montreal.
Aksi Muntadar al-Zaidi, sang jurnalis Irak pada Desember 2008 silam, memang telah menginspirasi ratusan massa di Montreal pada hari ini. Bersama-sama, mereka melemparkan sepatu-sepatu bututnya ke pelataran hotel yang dijaga ketat ratusan anggota polisi. Dan setelah hari ini, kemanapun Tuan Bush mengunjungi sebuah negara, dunia akan terus memberinya lemparan-lemparan sepatu butut itu, dari mereka yang anti imperalis-kapitalis As, yang mengutuk Tuan Bush, sang penjahat perang, yang telah membunuh jutaan nyawa manusia pada abad ini melalui sebuah propaganda “war on terror”.
<< kembali ke halaman berita
|