Brimob Tembaki Warga, 2 Orang Kritis
Dikirim oleh : Jakarta IMC Editorial Group - Jakarta IMC Pada tanggal : 10-08-2009, 15:30
nasional /
represivitas aparat /
feature
Up Date Kasus Takalar
(Takalar, Sulsel 10/8), Sedikitnya 7 orang warga tertembak aparat Brimob dalam kejadian di hari Minggu (9/8). Sebelumnya terjadi ketegangan antara warga Polongbangkeng Utara, Takalar dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN XIV) yang sedang berupaya untuk mengolah lahan warga yang masa HGU-nya berakhir 3 tahun lalu. Ketegangan memuncak dengan aksi provokasi berupa lemparan batu dari arah PTPN XIV, yang disertai dengan deru mesin traktor yang bising. Hal ini memancing perhatian warga yang sejak pagi berjaga-jaga untuk menghalau proses pengolahan lahan tersebut. Baca Selengkapnya
Baca Juga : Kronologi Penembakan Petani Takalar
Aparat kepolisian yang diturunkan mengawal pengolahan tersebut kemudian menghalau dengan memerintahkan warga untuk mundur dan menjauh dari lahan. sementara itu pihak PTPN terus melakukan proses pengolahan lahan menggunakan enam traktor yang ada di lokasi. Merasa tidak diindahkan, warga terus merengsek dan mendesak agar pengolahan tersebut dihentikan. Berselang beberapa waktu, pasukan Brimob dan Dalmas tiba di lokasi dengan bersenjata lengkap dan langsung menggantikan dan mengambil alih pengamanan dari aparat Polres Takalar. Dan hanya berselang 5 menit, tembakan peluru karet dan gas air mata dilepaskan beruntun ke arah warga. Ini membuat warga panik dan berhamburan untuk menyelamatkan diri. Aparat mulai menangkapi warga, beberapa disertai dengan pemukulan. Saat itulah. salah seorang warga, Dg Nangring, ditembaki di bagian kepala. Warga yang terdesak dan dengan tangan kosong melakukan perlawanan seadanya yang tidak berimbang. Dari kejadian ini, 7 orang warga ditangkap dan satu orang mahasiswa ikut dipukul dan diangkut ke kantor polisi. Salah seorang wartawan juga ikut diringkus. Sementara itu 2 orang warga kirits dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan serius akibat luka tembak yang dialaminya.
KOMENTAR lihat komentar terbaru show comment titles only
lihat komentar 1
keterlaluan
by manyul - black boots Friday, Aug 14 2009, 10:27pm
kuasahangus@hotmail.com
rakyat lokal punya hak untuk mempertahankan mengelola sesuai kebutuhan mereka,
aparat ternyata masih bersikap sama di jaman ORBA.
saya ikut iba sedih dengan kejadian ini, nggak majunya pikiran pemerintah indonesia.
kita butuh galang kekuatan rakyat lokal
Support local otonom dan protect local culture
<< kembali ke halaman berita
|