Aksi Menolak Kenaikan BBM, Aktivis Bentrok dengan Polisi
Dikirim oleh : Jakarta IMC Editorial Group - Jakarta IMC Pada tanggal : 25-06-2008, 02:20
nasional /
sosial kemasyarakatan /
feature
Seorang mahasiswa Jambi ditabrak mobil patroli polisi
Update: 25 Juni. Sekitar pk 17.30 WIB, dua aktivis Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Generasi), Jeffri Silalahi dan Musa, ditangkap oleh aparat berpakaian preman di Taman Matraman. Dalam penangkapan ini, para aktivis dikepung oleh belasan mobil. Pukul 20.30 ratusan mahasiswa yang melakukan aksi corat-coret pos polisi di bundaran senayan. Mahasiswa moncoreti pos polisi dengan tulisan "Polisi Pembunuh". Aksi ini dibubarkan polisi dengan tembakan gas air mata. Mahasiswa mundur ke kampus Mustopo. Dua mahasiswa ditangkap.
Sampai malam ini pk 00.00 penangkapan aktivis terus berlanjut. Sekitar 65 aktivis telah ditangkap. 10 orang aktivis ditangkap di Bundaran Senayan, 24 orang di Stasiun Senen, 2 orang di Salemba, dan 29 aktivis ditangkap di Stasiun Jatinegara.
Baca Juga: FNPBI: Batalkan Kenaikan Harga BBM | Aksi Damai Dibubarkan Polisi, 35 ditangkap | PRP: Mengecam tindakan represif Polisi | Aksi di Jambi di Represi Polisi | Pembentukan Tim Advokasi untuk Keadilan dan Kemanusiaan | Kekerasan Mahasiswa versus Kebrutalan Negara
Foto: 1 | 2 | 3 | 4
24 Juni 2008. Sekitar seribu aktivis dari berbagai kelompok yang sehari sebelumnya berkumpul di Tugu Proklamasi, pada Selasa 24 Juni 2008, bergerak melakukan aksi longmarch ke Gedung DPR/MPR.
Aksi ini membawa isu penolakan kenaikan BBM, solidaritas kematian mahasiswa Unas, serta nasionalisasi aset tambang migas. Melewati jalan Kuningan, massa aksi sempat mampir untuk berorasi di depan kantor Freeport. Aktivis sempat membuka paksa pintu pagar gedung.
Depan Gedung DPR/MPR
Sampai di depan Gedung DPR, seribu aktivis yang bergerak dai Tugu Proklamasi, kemudian bergabung dengan kelompok aktivis dan mahasiswa lainnya yang sudah terlebih dahulu sampai.
Saat berorasi dan membakar ban di depan pagar gedung DPR, tiba-tiba 2 mobil water canon langsung menyemprot. Hal ini memancing kemarahan aktivis dan mahasiswa. Sebagian massa yang mundur terkena water canon kemudian menutup jalan tol dengan ban bekas. Massa kemudian terus merangsek kembali ke depan pintu pagar dan di pagar samping. Kemudian pagar samping gerbang berhasil dirobohkan. Setelah pagar jebol, polisi merangsek maju menutup sisi pagar yang jebol tersebut. Sempat terjadi saling lempar, sebelum kemudian polisi menyerang keluar, mengejar dan membubarkan aksi. Para aktivis sebagian mundur ke arah Slipi, sebagian lagi mundur ke arah Semanggi.
Provokasi Polisi
Saat pengejaran ini, terlihat polisi sempat merusak motor yang di parkir di pinggir jalan. Sebagian aktivis tetap melawan, dan terjadi saling lempar batu dengan polisi di jalanan. Terlihat sebuah mobil berplat nomer tentara dirusak massa.
Saat para aktivis mundur ke arang Semanggi, terjadi insiden penabrakan yang dilakukan oleh mobil patroli polisi. Mahasiswa yang tertabrak terlihat terpental sekitar 4 meter, dan mengalami patah kaki. Disaat yang hampir bersamaan tiga truk polisi tiba-tiba berhenti di depan kampus Atmajaya, kemudian melempar batu ke arah kampus, sempat pula terdengar suara tembakan. Setelah itu, gerombolan polisi yang melakukan provokasi ini bergerak pergi.
Depan Atmajaya
Kejadian ini memancing kemarahan para aktivis dan mahasiswa. Seta merta mereka memblokir jalan depan kampus Atmajaya dan melakukan sweeping terhadap mobil negara yang lewat. Sebuah mobil berplat merah yang kedapatan melintas di semanggi, dirusak dan dibakar.
Tercatat 2 aktivis luka parah, puluhan luka ringan, dan 16 aktivis ditangkap.
<< kembali ke halaman berita
|